Kankemenag Luncurkan Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji

Untuk menghidupkan kembali
budaya mengaji di lingkungan masyarakat bumi tegar beriman, Kantor Kementerian Agama (Kemenag)
Kabupaten Bogor akhirnya
meluncurkan Gerakan Masyarakat
Maghrib Mengaji (Gemmar
mengaji—- Red).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Drs H Suhendra, MM mengatakan, tujuan dari digulirkannya program
ini untuk membiasakan kembali masyarakat terutama anak-anak untuk mengaji.

“Semoga program ini dapat membangkitkan lagi semangat anak-anak kita untuk mengaji,“
katanya saat memberikan
sambutan pada acara Halal
Bihalal Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor dan Launching Gerakan Masyarakat
Maghrib Mengaji (gemmar mengaji) Kabupaten Bogor, di Gedung Serbaguna 1 Setda Bogor,
Selasa (20/9).

Suhendra juga meminta kepada
para orang tua untuk terus
mendukung anak-anaknya agar membiasakan diri untuk mengaji daripada mengerjakan hal-hal yang negatif.

“Akhlak anak-anak kita saat ini sudah sangat mengkhawatirkan,
mereka lebih memilih
mengerjakan hal-hal yang negatif, ketimbang hal-hal yang bermanfaat seperti mengaji al-Qur’an. Untuk itu orangtua memiliki
peran strategis dalam menumbuhkan
minat mengaji dan membaca al-Qur’an bagi anak-anaknya,“ paparnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Rachmat Yasin mengatakan, dicanangkannya Gerakan Masyarakat
Maghrib Mengaji ini, dapat menjadi momentum kebangkitan
kembali tradisi masyarakat
untuk mengaji setiap shalat maghrib.

“Kebiasaan masyarakat untuk mengaji pada saat magrib, hilang
tergerus oleh pengaruh media
elektronik, seperti televisi, internet
dan telepon selular yang dapat mengubah gaya hidup masyarakat,
untuk itu peluncuran program Gemmar Mengaji harus
menjadi sebuah momentum kembali bangkitnya budaya mengaji
dalam masyarakat,” ujarnya.

Perubahan pola hidup pada waktu magrib, lanjut Bupati, tampak lebih menonjol apabila
dianalisis dari dampak acara-
acara televisi pada jam tayang
“Prime Time” yang biasanya
dimulai pada waktu magrib.

Menurutnya, pada jam tayang
prime time tersebut, berbagai
stasiun televisi berlomba-lomba menayangkan program-program yang memikat, sehingga
kebiasaan mengaji setelah shalat magrib seringkali dikalahkan
oleh pesona televisi yang tidak selamanya bersifat mendidik
dan berdimensi postif.

“Hal tersebut telah mengakibatkan
kekosongan dakwah, yang kemudian dimanfaatkan oleh sebagian golongan untuk
membuka celah masuknya pikiran-pikiran atau ajaran sesat
ketengah masyarakat. Melalui
gerakan (Gemar Mengaji) inilah, diharapkan kekosongan dakwah bisa terisi, sehingga kita akan mampu mencegah kemerosotan
akhlak, kasus kenakalan
remaja dan penyimpangan makna jihad,“ paparnya.

Bupati berharap, kegiatan mengaji pada waktu magrib dapat mendorong terlembagakannya
nilai-nilai kehidupan
melalui transfer ilmu antar
orang tua dan guru mengaji
dengan anak-anak.

“Dengan mengaji inilah, dipastikan
akan memberikan dampak
yang luar biasa dalam berbagai
aspek, mulai dari aspek afektif, kognitif hingga psikomotorik.
Karena gerakan masyarakat
magrib mengaji bertujuan untuk memperkuat pondasi moral, social, kultural dan spiritual
masyarakat,“ imbuhnya.

Bupati, juga menghimbau kepada
segenap lapisan masyarakat
di seluruh Kabupaten Bogor
untuk memasyarakatkan dan melaksanakan gerakan masyarakat
magrib mengaji, termasuk
juga kepada Kementerian
Agama Kabupaten Bogor dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan gerakan ini, yakni harus menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh komitmen sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan kewenangannya
masing-masing.

– PelitaOnline.com –

Posted on 25 Januari 2012, in BERITA UMUM, PELAJARAN. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: