Kuota Sertifikasi 2.658 Guru

Cibinong – Pemerintah pusat telah menetapkan kuota sertifikasi guru dalam jabatan untuk Kabupaten Bogor sebanyak 2.658 orang. Kuota tersebut akan disebar untuk guru PNS dan non PNS berdasarkan tempat bertugas di masing-masing jenjang pendidikan.
“Untuk 2010 ini kami sudah sosialisasi kepada sekolah-sekolah. Pengumpulan portofolio sudah dilaksanakan sejak Pebruari, penilaian dimulai Mei, dan pelaksanaan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) dimulai Juli yang dilaksanakan LPTK Rayon 35 Universitas Pakuan Bogor. Diperkirakan pelaksanaan PLPG dibagi tujuh gelombang,” ujar Humas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rony Kusmaya kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Persyaratan untuk mengikuti sertifikasi guru, kata Rony, masih tetap sama dengan tahun sebelumnya. Bagi yang mengikuti seleksi portofolio, guru harus mencantumkan atau memiliki Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), kualifikasi S1 atau D4, masa kerja minimal 5 tahun, aktif mengajar, dan usia pada 1 Januari 2011 belum 60 tahun. Sedangkan bagi guru mengikuti persyaratan langsung syaratnya hanya golongan kerja IV C dan memiliki kualifikasi S2 atau S3.
Tentunya kuota guru non PNS yang akan mengikuti sertifikasi minimal 15 persen yang disesuaikan dengan proporsi jumlah guru masing-masing daerah. Selain itu bagi guru yang mempunyai NUPTK di luar Kabupaten Bogor harus segera melakukan mutasi dalam pengurusan NUPTK,” katanya.
Rony juga menyinggung hasil sertifikasi 2006-2009. Menurut dia, sebanyak 1.976 guru negeri dan swasta di Kabupaten Bogor yang dinyatakan lolos sertifikasi. Tunjangan yang besarannya sama dengan gaji pokok tersebut dibayarkan secara rapel terhitung Januari-Desember 2009. Dibayarkannya tunjangan profesi tersebut akan menambah kesejahteraan guru yang berdampak terhadap mutu pendidikan. “Pencairannya melalui rekening masing-masing guru yang sebelumnya telah dipersiapkan,” katanya.
Rony menjelaskan, sebanyak 1.976 guru yang menerima tunjangan profesi tersebut merupakan yang lulus dalam sertifikasi 2007 dan 2008. Pada 2007, jumlah penerima tunjangan sebanyak 1.162 orang dan 2008 tercatat 814 orang. Tentunya, yang berhak menerima tunjangan profesi itu selain dinyatakan lulus juga mendapat surat keputusan dari Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Depdiknas.
“Dari pelaksanaan sertifikasi 2006/2007 sampai 2009, tercatat 4.132 guru yang sudah lulus sertifikasi. Tapi yang menerima tunjangan baru 1.976 orang. Mereka berasal dari guru PNS dan non PNS yang bertugas di jenjang SD/SMP/SMP/SMA/SMK,” paparnya.
Sebenarnya, lanjut Rony, pada 2006 kuota sertifikasi guru di Kabupaten Bogor sebanyak 127. Tetapi pelaksanaan penilaian portofolio dibarengkan dengan pelaksanaan sertifikasi 2007. Sedangkan guru yang dinyatakan lulus dalam sertifikasi tahun 2009 sebanyak 2.156.
Dari jumlah 2.156 tersebut, Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Depdiknas sudah mengeluarkan surat keputusan penerima tunjangan profesi sebanyak 521 dan sisanya sedang dalam proses. “Ditargetkan pada Agustus tahun ini lulusan sertifikasi tahun 2009 sudah menerima tunjangan profesi dan pencairannya melalui rekening masing-masing guru,” pungkasnya.

Posted on 5 Agustus 2010, in BERITA UMUM. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: